Perbaiki Gaya Hidup Demi Kesehatan Jantung
Perilaku manusia ternyata sangat berperan dalam mencegah timbulnya penyakit. Termasuk di dalamnya penyakit jantung, yang di Indonesia sampai sekarang masih menempati posisi jawara sebagai penyakit penyebab kematian.
Pada tahun 1998 saja berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) penyakit yang digolongkan dalam penyakit sistem sirkulasi ini mencapai angka sebesar 24,4 persen, meningkat dari tahun 1985 yaitu sebesar 5,9 persen. Angka tersebut seharusnya cukup menjadi alasan bagi kita untuk segera merubah perilaku , terutama kebisaan hidup dan pola makan yang baik.
“Penyakit jantung dipicu oleh dua macam faktor, yaiut faktor yang tidak bisa dihindari dan faktor yang bisa dihindari. Faktor yang tidak bisa dihindari misalnya karena usia yang semakin tua dan keturunan, sementara faktor yang bisa dihindari itu terkait dengan gaya hidup seseorang,misalnya kurang berolahraga. Di Indonesia, orang yang berolahraga secara kontinyu hanya 9 persen dari total keseluruhan, padahal data dari WHO menunjukkan 43 persen penyakit yang ada di dunia disebabkan salah satunya karena kurang gerak,” ujar H. Masino, Msd, Sekretaris Eksekutif Yayasan Jantung Indonesia.
Kerap Dilupakan
Sebenarnya sudah menjadi pengetahuan umun dan tidak terbantahkan bahwa olahraga dapat menjaga kesehatan jantung. Namun waktu luang dan keterbatasan fasilitas menjadi alsan klise mengapa orang enggan melakukan aktivitas tersebut.
“Keterbatasan fasilitas memang menjadi tantanganbagi kita untuk tetap menggalakkan olahraga. Misalnya di sekolah saja tidak ada lapamgan olahraga, trotoar di jalan juga tidak aman untuk dipakai jogging, sehingga mau tidak mau kita cari jalan agar masyarakat tetap bisa berolahraga, misalnya dengan lompat tali yang tidak membutuhkan waktu atau ruang yang terlalu luas,” ujar Masino.
Pada umumnya seseorang yang kurang aktif, mempunyai resiko dua sampai tiga kali lebih besar untuk menderita serangan jantung dibanding orang yang aktif dan melakukan olahraga secara teratur. Latihan secara teratur dapat memperkuat otot jantung dan memperbaiki sistem peredaran darah di sampng dapat mengurangi kegemukan.
Sangat dianjurakan untuk melakukan jalan cepat 30 menit setiap hari dan paling tidak lakukan olahraga dalam bentuk apapun tiga kali dalam seminggu dengan intensitas setengah sampai satu jam. Hal ini sangatlah membantu kondisi kesehatan daripada hanya hanya menghabiskan waktu di depan televisi. Bisa juga, ketika hendak kembali ke ruang kerja, jangan manjakan diri dengan naik lift. Pilihalan jalan yang lebih memancing keluarnya keringat, semisal menggnakan anak tangga.
Stress yang berlarut-larut membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Hal ini tentu membuat jantung bekerja lebih berat dan pada akhirnya akan meningkatkan resiko penyakit jantung. Tingkah laku yang serba terburu-buru, cepat marah dan terlalu berambisi oleh beberapa kalangan dapat memicu timbulnya penyakit tersebut.
Dalam batas-batas tertentu stress memang menjadi gejala yang normal,bahkan jika bisa dikelola dengan baik hal ini bisa menjadi satu hal yang positif dalam perkembangan diri manusia. Meski tiap orang memang memiliki cara yang berbeda dalam menhadapi stres, namun pada intinya jangan pernah membiarkan stres berlarut-larut dalam diri yang dapat mengganggu kondisi fisik, sedapat mungkin hindari atau hadapilah secara bijaksana.
Janganlah menyimpan kemarahan atau memendam rasa kecewa. Utarakan dan bicarakan perasaan yang menekan itu dengan orang lain yang dipercaya, keluarga atau dokter. Merisaukan atau mengingat kesalahan di masa lalu hanya akan membuat diri bertambah stres, Untuk itu luangkan waktu untuk rekreasi bersama keluarga atau teman yang dekat dengan Anda.
Demikian pula dengan rokok, meski disadari merupakan kebiasaan yang buruk, tetap saja sebagian besar perokok tidak mau menghilangkan kebiasaan ini. Padahal bagi seorang perokok berat,resiko menghadapi kematian mendadak lima kali lebih besar daripada orang yang tidak merokok sama sekali. Sejumlah kecil nikotin dalam rokok adalah racun bagi tubuh. Nikotin yang terserap dalam setiap hisapan rokok memang tidak mematikan, tetapi tetap membahayakan jantung karena dapat mengakibatkan pengerasan pembuluh nadi serta serta mengacaukan irama jantung.
19 January 2006 pada 21:47
pepatah yang harus kita ingat selalu. alam bisa karna terbiasa, maka dari itu sayangilah nyawa kita’ dengan hanya satu minggu sisihkan waktu 30 menit x 4kali kita melakukan olahraga jalan kaki sejauh 6km. dan biasakan olahraga seperti makan. bila mana penyakit jantung mengancan biaya tidak kecil, karna mama saya terdeteksi ada penjempitan pembuluh darah kejantung, kata dokter untuk biaya pemasangan sten kurang lebih 200.000.000,- untuk sementara saya arakan mama saya tiap hari olahraga dan makanam berserat tinggi seperti kacang kacangan + makan ikan ekor kuning. dan ingat harus dicatat kalau berusan sama dokter selalu direkomondasi penyakit orang kaya.
23 January 2006 pada 2:28
saya termasuk pasien jantung sejak tahun 1995 dan ingin masuk sebagai anggota yayasan jantung Indonesia, bagaimana caranya ? mohon berita balik atasnya terima kasih.
21 February 2006 pada 22:35
kalau untuk menanyakan lebih lanjut mengenai kesehatan jantung, kemana ya,
15 December 2006 pada 13:58
Dengan cara membuat hidup itu selalu indah, misal sewakytu pagi habis shalat subuh kita lari-lari kescil dan dilkukan secara teratur, dan ingat jangan makan -makan yang berlemak dan disetiap pagi selalu minum teh hijau, itu cara gaya hidup seaht supaya tidak terkena panyakit jantung
15 December 2006 pada 14:10
Apabila anda terkena penyakit jangan dulu stres, buktinya saya masih bisa menulis artikel ini, anda hidup jangan menjadi beban dan buatlah sesenang mungkin, usahakan slalu berdoa dan bermain dengan teman anda, bila anda senang dan hati tetap tentram itu akan mudah dalam menghadapi masalah dan kita lama-lama akan sehat dan jangan lupa tetap menjaga kesehatan dan pola hidup
30 May 2007 pada 16:29
Kerumah sakit mana ya sebaiknya saya memeriksakan kesehan jantung saya?
3 March 2008 pada 21:31
kalau sedang mengerjakan sesuatu dng perasaan ter-buru2 pada saat selesai maka terasa dada kiri nyeri dan badan terasa lelah sekali. sdah saya periksakan ke dokter dan ke PJT (pelayanan jantung terpadu) RSCM jantung normal, namun jika saya mengalami hals spt tsb diatas, utk recovery saya hrs meghirup oksigen lewat tabung oksigen.
karena saya sdh konsultasi ke PJT dan Dr, dinyatakan tdk ada masalah dng jantung saya, namun secara kenyataan saya pribadi merasakan ada gangguan pada kesehatan jantung saya. terakhir bln ini saya ke RS POLRI utk minta srt pengantar ke RS HARAPAN KITA (SAYA PASIEN ASKES) tdk diberi/tdk diijinkan,krn alasan sehat. mohon saran pendapat dr PT ASKES say hrs kemana agar dng fasilitas ASKES, saya dapat berobat ke RS HARAPAN KITA. Kepada DR AHLI JANTUNG mohon pendapat ttg kasus saya ini. terima kasih atas bantuannya.
12 April 2008 pada 23:21
terima kasih atas article’a ..:p
21 April 2008 pada 10:40
nyeri dan kaku di punggung kiri atas apa termasuk gejala penyakit jantung?
8 July 2008 pada 9:51
Penyakit jatung, penyakit yang sangat mematikan dan ditakuti, selain berolahraga makanan apa yang harus dihindari ataupun dikurangi?
yang dimaksud dengan merubah pola hidup dengan yang lebih baik itu yang bagaimana?
31 July 2008 pada 11:19
apkh pnykit jntung itu ktrunan . . ?
11 October 2008 pada 10:49
umur 31 jantung saya bengkak , garagara say gemuk dan kerjaan yang penuh tekanan mulai saat ini saya tinggalkan pekerjaan dan santai serta hidup lebih baik
18 October 2008 pada 14:50
apakah merokok harus di hentikan jika ingin penderita dapat meringankan penyakit tersebut? karena pasien tidak senang atau tidak suka olah raga dan terkadang malas makan
29 October 2008 pada 9:11
aq mw tanya nieh…
pola makanan yg gmn yg bs menjauhkan qta dr penyakit jantung, mengingat penyakit jantung sekarang udah seperti penyakit flu…jd g pandang bulu gt dech..
trs klo dah kena penyakit jantung, pola makan nya hrs diubah gmn?
trims sebelumna…
9 November 2008 pada 13:42
Informasi yang sangat bermanfaat. Terima kasih , Saya akan lebih menjaga gaya makan dan hidup
5 February 2009 pada 13:38
Saya sangat setuju dengan artikel anda dan memang benar sekali kalau gaya hidup kita sangat berpengaruh terhadap jantung kita, oleh karena itu sebaiknya kita juga harus memperhatikan kegiatan kita sehari2 dan segera hindari kebiasaan buruk yg dapat merusak jantung kita dimasa mendatang.
Salam Sehat Jantung IntiBiofir.com
6 February 2009 pada 16:31
asslam,,,
saya penderita penyakit jantung koroner. saya mengetahui hal ini sejak tahun 2008.
hanya saya yang mengetahui hal ini,
orang2 yang kenal maupun dekat dengan saya tidak ada yang mengetahui hal ini. adakah solusi yang tepat bgi saya??
saya hanya tidak ingin orang2 berubah karena mengetahui hal ini.
terima kasih.
6 February 2009 pada 16:33
maaf saya lupa memberitahukan umur, saya berumur 17 tahun. dan masih duduk di kelas XII SMA(3 SMA)